Kajian Aspek Biologi dan Habitat Gurita di Selat Alas Dalam Rangka Mendukung Kegiatan Pengelolaan Perikanan Gurita Berkelanjutan di Provinsi NTB dan Mempersiapkan Full Assessment Untuk Sertifikasi Ecolabelling MSC

Mataram, 29 April 2025. Kadislutkan Provinsi NTB, Bapak Muslim, ST., M.Si., secara resmi membuka kegiatan strategis dalam rangka penguatan pengelolaan perikanan berkelanjutan di NTB. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya membangun pondasi agrokemaritiman yang kokoh dengan dua indikator utama: Peningkatan Produksi sektor perikanan dan terwujudnya konsep pengelolaan SDKP berbasis ekonomi biru (blue economy). Langkah ini adalah bagian penting dari penguatan tata kelola perikanan, tidak hanya memikirkan hasil lautnya, tetapi juga dampaknya terhadap ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam sambutannya pada kegiatan terkait sertifikasi perikanan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan – Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Syahril Abd. Raup, S.T, M.Si, menekankan pentingnya sertifikasi ecolabelling sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas gurita di pasar global serta mendorong pengelolaan perikanan gurita yang berkelanjutan.

Dalam rangka implementasi Rencana Kerja Tahunan antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dengan MSC Indonesia, Ketua FIP2B NTB, Dr. Soraya Gigentika, memberi pengantar kajian aspek biologi dan habitat gurita di Perairan Selat Alas. Kajian ini bertujuan mendukung kelengkapan data ilmiah sebagai dasar pengajuan sertifikasi MSC untuk perikanan gurita di wilayah tersebut. Pengumpulan data dilakukan bersama mitra seperti Yayasan JARI, Blue Ventures, serta kelompok nelayan gurita di Lombok Timur dan Pototano. Data yang dikumpulkan akan diolah secara ilmiah untuk dijadikan rekomendasi pengelolaan perikanan gurita berkelanjutan oleh pemerintah daerah.

Produksi (Kg)
Ikan, Gurita (Octopus aegina)
2019 :589.862
2020 :227.910
2021 :407.639
2022 :576.453
2023 :908.850