Mataram, 25 Agustus 2025-Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Ibu Hj. Hikmah Aslinasari, ST., MM.Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima audiensi dari Konservasi Indonesia terkait penyampaian rekomendasi pengembangan tambak udang ramah lingkungan di Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa.
Dalam pertemuan tersebut, Konservasi Indonesia memaparkan hasil analisis kajian dan menyampaikan strategi mitigasi untuk meminimalisir dampak tambak udang terhadap pencemaran perairan serta degradasi ekosistem mangrove, terumbu karang dan lamun.
Konversi lahan mangrove menjadi tambak budidaya perikanan di NTB, khususnya Teluk Saleh, telah menyebabkan penurunan luasan mangrove secara signifikan. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, peningkatan luasan tambak berpotensi merusak ekosistem pesisir serta kawasan konservasi yang menjadi habitat penting, termasuk hiu paus.
Teluk Saleh sendiri merupakan jalur migrasi dan tempat mencari makan hiu paus, yang populasinya di Indo-Pasifik menurun hingga 63% akibat degradasi habitat dan pencemaran. Padahal, ekowisata berbasis hiu paus di kawasan ini sudah memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat lokal.
Sebagai solusi, Konservasi Indonesia merekomendasikan penerapan Climate Smart Shrimp Aquaculture (CSSA) yang mengintegrasikan intensifikasi tambak, pengolahan limbah yang efisien, serta restorasi mangrove. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya udang tanpa merusak ekosistem Teluk Saleh.
