Kadislutkan Prov NTB mendampingi Gubernur NTB menghadiri kick-off meeting Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KRBNN)

Bali, 1 November 2025 — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bapak Muslim, ST., M.Si., bersama sejumlah kepala dinas terkait turut mendampingi Gubernur NTB, Bapak Lalu Muhamad Iqbal, dalam menghadiri kick-off meeting Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KRBNN) yang diselenggarakan di Bali. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Bali, Bapak I Wayan Koster, dan Gubernur NTT, Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena, sebagai langkah awal memperkuat sinergi pembangunan antarprovinsi di kawasan selatan Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memperkuat potensi daerah serta mendorong kolaborasi lintas sektor. Fokus utama diarahkan pada integrasi di bidang pariwisata, energi, dan perhubungan, yang dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah. Iqbal juga menekankan pentingnya saling berbagi praktik terbaik (sharing of best practices) antarprovinsi untuk memperkuat kebijakan pembangunan daerah.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan bahwa hasil pertemuan akan dijadikan dasar penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) yang rencananya akan ditandatangani di NTB pada 25 November 2025, dan dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di NTT pada 22 Desember 2025. Koster menegaskan bahwa semangat kerja sama ini bukan hanya didasari hubungan historis antarprovinsi, tetapi juga dorongan bersama untuk memperkuat kolaborasi strategis menghadapi tantangan pembangunan masa depan.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebut kerja sama KRBNN sebagai bentuk kontribusi nyata kawasan selatan Indonesia terhadap pembangunan nasional, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sesuai arah RPJMN 2025–2029. Ia juga mengajak masyarakat serta diaspora Bali, NTB, dan NTT untuk turut berkontribusi aktif dalam penguatan ekonomi kawasan.

Kerja sama regional antara Bali, NTB, dan NTT ini menjadi langkah konkret dalam membangun integrasi kawasan selatan Indonesia. Melalui kolaborasi lintas provinsi di sepuluh bidang strategis, termasuk kelautan, pariwisata, dan investasi, ketiga daerah berkomitmen menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, merata, dan saling menguatkan demi kemajuan bersama.