Bogor, 30 Maret 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bapak Muslim, S.T., M.Si., menghadiri Lokakarya Nasional Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) yang merupakan bagian dari rangkaian Road to Ocean Impact Summit (OIS) dan forum South-South Ocean Accounting Exchange (SSOAE) . Kegiatan ini bertujuan memperkuat implementasi kebijakan ekonomi biru, berbagi praktik terbaik antar negara berkembang, serta membangun jejaring kerja sama. Agenda lokakarya mencakup diskusi mengenai capaian dan tantangan NSDL di Indonesia, sinkronisasi kebijakan pusat-daerah dalam mendukung RPJMN 2025–2029, integrasi NSDL dalam rencana aksi keanekaragaman hayati, serta peran NSDL dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui pemetaan ekosistem karbon biru dan pendanaan berkelanjutan.
Dalam paparannya sebagai panelis, Kadislutkan NTB menegaskan bahwa NSDL merupakan instrumen penting untuk mendukung capaian RPJMN 2025–2029 sekaligus visi NTB sebagai provinsi kepulauan yang makmur. Implementasi NSDL di Provinsi NTB dilakukan bersama NGO melalui pengawasan terpadu terhadap ±80% kawasan konservasi, monitoring ekosistem pesisir (lamun, mangrove, dan terumbu karang), pendataan ekosistem karbon biru, rencana pembentukan kawasan konservasi baru berbasis spesies, serta pelatihan dan bimbingan teknis bagi kelompok masyarakat.
Namun, implementasi NSDL di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan antara lain belum tersedianya instrumen teknis NSDL, koordinasi data yang masih parsial, keterbatasan kapasitas SDM dalam metodologi, serta valuasi ekosistem yang belum dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Kondisi ini membuat penerapan NSDL belum optimal sebagai alat ukur maupun sebagai landasan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan di daerah. Untuk mengatasi hal tersebut, NTB merekomendasikan pembentukan forum koordinasi reguler antara pemerintah pusat dan daerah, penyusunan roadmap NSDL yang terintegrasi dengan RPJMD dan RTRW, serta pengembangan platform data terpadu yang mampu menyelaraskan indikator nasional dan daerah. Sehingga dengan tahapan tersebut, NSDL diharapkan dapat berfungsi secara efektif sebagai fondasi ketahanan pangan biru dan penggerak utama ekonomi laut berkelanjutan.
