Mataram, 7 Januari 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bapak Muslim, S.T., M.Si., bersama Sekretaris Dinas serta perwakilan Bidang Perikanan Tangkap, menerima kunjungan silaturahmi dari NGO KUL (Kebersamaan Untuk Lautan) terkait pengelolaan hiu dan pari di Nusa Tenggara Barat. Pertemuan ini membahas rencana kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan melalui pendekatan terpadu yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek ekologi, tetapi juga dimensi sosial, manusia, dan sistem, berdasarkan hasil riset, sebagaimana yang telah mereka kerjakan di wilayah kerja lainnya seperti di NTT dan Aceh.
Dalam diskusi tersebut dibahas bersama untuk mendukung tiga indikator utama pembangunan sektor kelautan dan perikanan sebagaimana amanat RPJMD NTB 2025 – 2029, yaitu terwujudnya tata kelola lingkungan pesisir, laut dan PPK secara lestari dab berkelanjutan, meningkatnya produksi penangkapan dan budidaya perikanan dan mewujudkan peningkatan share/kontribusi sektor kelautan terhadap PDRB. NTB serta mendorong terwujudnya hilirisasi industri agrokemaritiman komoditi kelautan dan perikanan strategis sebagaimana amanat Perda Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan.
Sebagaimana diketahui saat ini Provinsi NTB memiliki 12 kawasan konservasi yang dikelola berbasis BLUD oleh UPT Balai Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan. Pengelolaan kawasan Konservasi meruapakan investasi jangka panjang yang perlu didukung oleh semua pihak melalui partisipatif aktif masyarakat dan kearifan lokal setempat.
