Mataram, 01 Agustus 2025 — Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadiri Rapat Integrasi Pembangunan Ekonomi Biru dan Pendanaan Biru dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB bersama dengan Bappenas, Kemendagri dan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB pengampu indikator indeks ekonomi biru. Dislutkan NTB diwakili oleh Sekretaris Dinas, Hj. Hikmah Aslinasari, ST., MM., didampingi oleh Fungsional Perencana Ahli Muda, Ibu Baiq Yuliani Hidayati, S.Pi., . Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan, dengan memfokuskan Teluk Saleh sebagai lokasi pilot project.
Dalam sambutannya, Kepala BAPPEDA Provinsi NTB menekankan pentingnya integrasi isu agromaritim dalam RPJMD 2025–2029 sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pengembangan kawasan Teluk Saleh menjadi salah satu strategi yang diusulkan. Melalui optimalisasi pengelolaan potensi sumber daya kelautan dan perikanan guna memperkuat sektor industri pengolahan dan mewujudkan ekosistem industri agro maritim sekaligus mendorong peningkatan indeks ekonomi biru NTB.
