Mataram, 26 Maret 2026 – Kepala Bidang Perikanan Tangkap beserta seluruh tim kerja Bidang Perikanan Tangkap melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap progres Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Dislutkan Provinsi NTB untuk memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai dengan rencana kerja dan target capaian progress pembangunan.
Program ini merupakan bagian dari prioritas pembangunan kawasan pesisir, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan melalui penyediaan infrastruktur dasar, penguatan ekonomi perikanan, peningkatan kualitas lingkungan, serta pemberdayaan sosial dan budaya masyarakat pesisir. Kelurahan Bintaro dipilih sebagai lokasi program di Kota Mataram karena merupakan salah satu kantong permukiman nelayan di Kota Mataram yang memiliki berbagai tantangan, seperti keterbatasan fasilitas dasar, masih terbatasnya akses terhadap teknologi pengolahan hasil perikanan, serta kondisi permukiman yang rentan terhadap abrasi dan banjir rob. Oleh sebab itu, keberadaan program ini diharapkan mampu memberikan perubahan signifikan bagi masyarakat setempat.
Beberapa fasilitas yang dalam proses Pembangunan Adalah sebagai berikut:
1. Shelter pendaratan ikan dan coolbox
2. Gudang beku
3. Pabrik es
4. Kios perbekalan
5. Kantor pengelola
6. Balai pertemuan
7. Rumah genset
8. Bengkel nelayan
Adapun capaian progress pembangunan fisik sampai dengan saat ini sudah mencapai 23 % yang mana menurut pengawas konstruksi yang ditemui sudah sesuai dengan target yang ditetapkan dan akan mencapai 100% pada akhir bulan Juni 2026. Namun demikian ada sejumlah kendala yang ditemukan dalam penyelesaian pembangunan salah satunya adalah Pembangunan pabrik es. Spesifikasi Pabrik es yang akan dibangun adalah slurry ice (bubur es air laut) dimana dibutuhkan instalasi pipa untuk penyedotan air laut. Dan permasalahan yang timbul dari hal tersebut belum ditentukannya titik pemasangan saluran instalasi pipa karena jalur terefisien masih dikuasai oleh masyarakat. Terkait dengan permasalahan tersebut Kabid Perikanan Tangkap mengusulkan diadakannya koordinasi dengan para pihak berkepentingan khususnya antara masyarakat yang terdampak dengan pihak konraktor untuk mencapai titik temu dari permasalahan tersebut yang dapat difasilitasi oleh Kelurahan Bintaro dan Dinas Perikanan Kota Mataram ataupun Dislutkan Provinsi NTB.
