Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi NTB menggelar Forum Perangkat Daerah Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Hotel Lombok Astoria, Mataram

Mataram, 24 November 2025 — Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi NTB menggelar Forum Perangkat Daerah Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Hotel Lombok Astoria, Mataram. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan perencanaan pembangunan sektor kelautan dan perikanan NTB dengan RKPD Provinsi NTB dan RKP 2026, sekaligus memperkuat sinergi kebijakan daerah dan nasional.

orum ini dihadiri oleh Asisten I Gubernur NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si., Kepala Dislutkan NTB, Bapak Muslim, ST., M.Si., Sekretaris Dislutkan NTB, Ibu Hj. Hikmah Aslinasari, ST., MM., kepala OPD kabupaten/kota se-NTB, serta para pemangku kepentingan terkait. Dalam sambutannya, Asisten I menekankan pentingnya pemberdayaan nelayan melalui program “Kampung Nelayan Merah Putih”, yang menyediakan fasilitas penunjang seperti cold storage, stasiun tambat, dan koperasi. Ia juga menyoroti perlunya kepastian lahan, penerimaan masyarakat, dan pelibatan koperasi lokal dalam pengelolaan fasilitas.

Kadislutkan NTB memaparkan perkembangan sektor kelautan dan perikanan, termasuk penetapan 11 kawasan strategis provinsi dan pembukaan kawasan konservasi baru yang berkontribusi hingga Rp7,8 triliun pada perekonomian nasional. Pertumbuhan sektor diproyeksikan meningkat dari 2,56% pada 2023 menjadi 4,38% pada 2024. Destinasi Hiu Paus juga menjadi unggulan dengan menarik 90% dari sekitar 10.000 wisatawan mancanegara, dan seluruh pendapatan dialokasikan untuk konservasi.

Pemerintah NTB turut memperkuat tata kelola ruang laut melalui Perda RTRW 2024 dan Pergub 100/2023, serta mendorong pengembangan industri pengolahan hasil laut. Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk membangun sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir, dan menjaga kelestarian sumber daya laut.