[featured_image]
Download
Download is available until [expire_date]
  • Version
  • Download 1
  • File Size 149 KB
  • File Count 1
  • Create Date August 11, 2025
  • Last Updated August 11, 2025

Analisis Peran Strategis Subsektor Perikanan Dalam Pertumbuhan Ekonomi NTB Triwulan II Tahun 2025
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan II-2025 tercatat mengalami kontraksi sebesar -0,82 persen secara tahunan (y-on-y), sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, apabila sektor pertambangan bijih logam dikeluarkan dari perhitungan, perekonomian NTB justru tumbuh positif sebesar 6,08 persen. Ini menunjukkan bahwa struktur pertumbuhan ekonomi NTB mulai bergeser dari ketergantungan terhadap sektor pertambangan ke arah sektor non-tambang seperti industri pengolahan, pertanian, dan transportasi.
Sektor pertanian, dalam arti luas, tetap menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB dengan andil sebesar 23,31 persen. Di dalam sektor ini, subsektor perikanan memiliki peran strategis yang semakin penting. Meskipun data kontribusi subsektor perikanan belum dirilis secara triwulanan, data tahunan 2024 menunjukkan kontribusi sebesar 4,30 persen dengan laju pertumbuhan 4,38 persen, meningkat dari 2,65 persen pada tahun sebelumnya. Trend ini menegaskan bahwa subsektor perikanan merupakan salah satu penggerak pertumbuhan yang stabil dan potensial di tengah fluktuasi sektor lainnya.
Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang mencapai 107,19 pada Juni 2025 juga mencerminkan perbaikan daya beli dan profitabilitas usaha perikanan. Ke depan, perlu penguatan subsektor ini, agar selaras dengan misi ketiga RPJMD NTB 2025–2029 yang diwujudkan dalam Program Unggulan Agro Maritime. Melalui investasi pada infrastruktur rantai dingin, penguatan SDM, serta hilirisasi produk perikanan, subsektor ini berpotensi menjadi salah satu pilar utama transformasi ekonomi biru NTB yang inklusif dan berkelanjutan.