Pengembangan Kawasan Ekonomi Garam Untuk Mendukung Industrialisasi Garam

Selasa (17/03/2020) telah dilaksanakan rapat koordinasi pengembangan kawasan ekonomi garam dalam rangka mendukung program industrialisasi garam di Provinsi NTB. Rapat ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lakey Bappeda Provinsi NTB yang dipimpin oleh Muslim, ST.,M.Si selaku Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi. Rapat ini dihadiri oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB.

Tujuan rapat ini adalah untuk menyelarsakan tujuan dan meningkatkan konektivitas antar OPD terkait demi mewujudkan Industrialisasi Garam di Provinsi NTB. Industrialisasi garam ini telah di petakan sesuai dengan potensi dan hasil produksi dimasing-masing Kabupaten yang ada di Provinsi NTB.

Kawasan Bima rencananya akan dijadikan kawasan ekonomi garam untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi dan garam industri. Kawasan Sumbawa juga direncakanan menjadi kawasan ekonomi garam untuk memenuhi kebutuhan garam industri. Serta Pulau Lombok akan dijadikan kawasan ekonomi garam untuk memenuhi kebutuhan garam kosmetik.

Untuk mewujudkan industrialisasi garam ini juga diperlukan beberapa hal penting seperti pembangunan pusat inkubasi bisnis, inovasi teknologi produksi, pembangunan gudang garam nasional, pembangunan pabrik garam, serta ekstensifikasi danintensifikasi lahan.

Industrialisasi garam ini juga dapat terwujud apabila Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha garam memiliki kompetensi yang baik, selain itu juga perlu diterapkan metode yang tepat, kemudian harus juga didukung dengan sarana pengolahan garam yang memadai, serta didukung dengan anggaran yang cukup.

Industiralisasi garam ini menjadi penting karena mengingat potensi lahan di Provinsi NTB sangatlah luas, serta produksi garam kita sangat besar sumbangsihnya untuk memenuhi kebutuhan stok garam nasional. Ucap Ir. Sri Wijayaningsih, M.Si Kepala Bidang Pengawasan dan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P2SDP3K) pada saat mempresentasikan materi tentang pengembangan kawasan ekonomi garam.


Foto: Kepala Bidang P2SDP3K pada saat menyampaikan materi tentang pengembangan kawasan ekonomi garam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X