Mataram, 9 April 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB menerima audiensi dari Ibu Tia Sri Setiawan selaku Director of Overseas Business Development IHACHI Company Japan. Pertemuan awal ini dilaksanakan dalam rangka mendapatkan informasi terkait dengan ketersediaan bibit mangrove, pemetaan lahan yang tepat, identifikasi mitra lokal yang dapat dilibatkan, serta membahas rencana kerja sama dalam proyek penanaman mangrove di NTB. Kadislutkan menjelaskan bahwa NTB saat ini tengah mendorong inisiatif kredit karbon berbasis mangrove sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Program ini dinilai sangat relevan dengan tawaran IHACHI Company, karena penanaman mangrove tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Mangrove dikenal sebagai ekosistem dengan kemampuan penyerapan karbon yang sangat tinggi, sehingga rehabilitasi dan penanaman mangrove di NTB dapat menjadi instrumen penting dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus sumber pendapatan daerah.
IHACHI Company meminta dukungan pemerintah daerah untuk melakukan inventarisasi luasan kawasan mangrove, memastikan legalitas lahan, serta menyusun standar operasional sesuai regulasi nasional dan internasional. Data sekunder, uji laboratorium, dan verifikasi lapangan akan menjadi dasar perhitungan potensi serapan karbon yang dapat dikonversi menjadi kredit karbon. Kredit ini nantinya bisa dipasarkan kepada pihak swasta, investor, maupun lembaga internasional yang membutuhkan kompensasi emisi, sehingga memberikan nilai ekonomi nyata bagi daerah dan masyarakat pesisir. Selain aspek lingkungan, proyek ini juga menekankan pemberdayaan masyarakat pesisir. Kelompok masyarakat, UMKM, dan Pokmaswas akan dilibatkan dalam penanaman, pemeliharaan, hingga pengawasan kawasan mangrove. Dengan adanya pelatihan dan uji kompetensi, masyarakat tidak hanya berperan sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai pengelola yang memahami nilai ekologis dan ekonomis mangrove. Tujuan program ini jelas yaitu: menjaga ekosistem pesisir, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta menjadikan NTB sebagai pionir dalam pemanfaatan karbon biru sebagai tulang punggung ekonomi biru di masa depan.
Tampilkan lebih sedikit
