Informasi Bidang P2SDP3K

HTML Image Zoom on Click Example
Trolltunga, Norway
HTML Image Zoom on Click Example
Trolltunga, Norway
HTML Image Zoom on Click Example
Trolltunga, Norway
HTML Image Zoom on Click Example
Trolltunga, Norway

Untuk data  tata ruang lengkap bisa di download di sini.

 

Dalam Undang undang tentang konservasi perairan. Pengelolaan Kawasan Konservasi (perairan) pada UU No. 31 tahun 2004 lebih difokuskan pada perikanan yang berkelanjutan. Sementara pengelolaan kawasan Konservasi pada UU No. 5 tahun 1990 juga mempunyai tujuan yang hampir sama: perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan berkelanjutan dari sumber daya hayati,Untuk masing-masing zona dan sub zona, zona-zona tersebut yaitu :

1. Zona Inti
Zona Inti merupakan bagian-bagian kawasan konservasi perairan yang memiliki kondisi alam baik biota ataupun fisiknya masih asli dan/ belum diganggu oleh manusia yang mutlak dilindungi, berfungsi untuk perlindungan keterwakilan keanekaragaman hayati yang asli dan khas. Zona inti mempunyai luas minimal 2 % dari luas kawasan, dengan kriteria antara lain meliputi:

  • Merupakan daerah pemijahan, pengasuhan dan/atau alur ruaya ikan
  • Merupakan habitat biota perairan tertentu yang prioritas dan khas/endemik, langka dan/atau kharismatik.Mempunyai keanekaragaman jenis biota perairan beserta ekosistemnya
  • Mempunyai ciri khas ekosistem alami, dan mewakili keberadaan biota tertentu yang masih asli
  • Mempunyai kondisi perairan yang relatif masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia
  • Mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin kelangsungan hidup jenis-jenis ikan tertentu untuk menunjang pengelolaan perikanan yang efektif dan menjamin berlangsungnya proses bio-ekologis secara alami dan
  • Mempunyai ciri khas sebagai sumber plasma nutfah bagi kawasan konservasi perairan.

2. Zona Perikanan Berkelanjutan
Zonasi Perikanan Berkelanjutan adalah bagian kawasan konservasi perairan yang karena letak, kondisi dan potensinya mampu mendukung kepentingan pelestarian pada zona inti dan zona pemanfaatan. Kriteria dari Zona Perikanan Berkelanjutan meliputi:

  • Memiliki nilai konservasi, tetapi dapat bertoleransi dengan pemanfaatan budidaya ramah lingkungan dan penangkapan ikan dengan alat dan cara yang ramah lingkungan
  • Mempunyai karakteristik ekosistem yang memungkinkan untuk berbagai pemanfaatan ramah lingkungan dan mendukung perikanan berkelanjutan
  • Mempunyai keanekaragaman jenis biota perairan beserta ekosistemnya;
  • Mempunyai kondisi perairan yang relatif masih baik untuk mendukung kegiatan multifungsi dengan tidak merusak ekosistem aslinya
  • Mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin pengelolaan budidaya ramah lingkungan, perikanan tangkap berkelanjutan, dan kegiatan sosial ekonomi dan budaya masyarakat;dan
  • Mempunyai karakteristik potensi dan keterwakilan biota perairan bernilai ekonomi.
    Zona Perikanan Berkelanjutan terbagi menjadi 2 sub zona yaitu:
    a) Sub Zona Perikanan Berkelanjutan Umum adalah zona perikanan berkelanjutan yang memungkinkan untuk berbagai pemanfaatan ramah lingkungan dan mendukung perikanan berkelanjutan yang bersifat komersial yang ramah lingkungan dan berdampak
    rendah bagi lingkungan.
    b) Sub Zona Perikanan Berkelanjutan Tradisional adalah zona perikanan berkelanjutan yang memungkinkan untuk berbagai pemanfaatan ramah lingkungan dan untuk mendukung kegiatan perikanan artisanal (skala kecil atau tradisional) bagi masyarakat setempat yang didalamnya terdapat beberapa pengaturan penggunaan alat tangkap yang bersifat tradisional untuk mengakomodir kepentingan nelayan-nelayan lokal dalam kawasan

3. Zona Pemanfaatan Pariwisata Alam Perairan
Zonasi Pemanfaatan Pariwisata Alam Perairan merupakan bagian kawasan konservasi perairan yang letak, kondisi dan potensi alamnya diutamakan untuk kepentingan pariwisata alam perairan dan/atau kondisi/jasa lingkungan serta untuk kegiatan penelitian dan pendidikan. Zona pemanfaatan mempunyai kriteria sebagai berikut :

  • Mempunyai daya tarik pariwisata alam berupa biota perairan beserta ekosistem perairanyang indah dan unik
  • Mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin kelestarian potensial dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi;
  • Mempunyai karakter objek penelitian dan pendidikan yang mendukung kepentingan konservasi;
  • Mempunyai kondisi perairan yang relatif masih baik untuk berbagai kegiatan pemanfaatan dengan tidak merusak ekosistem aslinya

4. Zona Lainnya
Zona lainnya merupakan zona di luar zona inti, zona perikanan berkelanjutan, dan zona pemanfaatan yang karena fungsi dan kondisinya ditetapkan sebagai zona tertentu antara lain seperti zona perlindungan dan zona rehabilitasi. yaitu:

  •  Zona Kearifan Lokal
    Zona Kearifan Lokal diperuntukkan untuk melindungi daerah-daerah yang memiliki nilai- nilai budaya-tradisional yang penting dan mengakomodir kearifan lokal masyarakat yang terdapat dan tersebar di masing-masing daerah
  • Zona Perlindungan Setasea
    Zona Perlindungan Setasea diperuntukkan untuk melindungi habitat dan koridor migrasi penting bagi setasea (paus dan lumba-lumba) dan memungkinkan juga untuk berbagai pemanfaatan ramah lingkungan dan untuk mendukung kegiatan
    perikanan artisanal (skala kecil atau tradisional) bagi masyarakat yang didalamnya terdapat beberapa pengaturan penggunaan alat tangkap untuk memaksimalkan perlindungan setasea.
HTML Image Zoom on Click Example
Trolltunga, Norway
HTML Image Zoom on Click Example
Trolltunga, Norway
HTML Image Zoom on Click Example
Trolltunga, Norway
HTML Image Zoom on Click Example
Trolltunga, Norway
HTML Image Zoom on Click Example
Trolltunga, Norway
X