Industrialisasi Tepung Ikan

Tepung ikan adalah sebuah produk komersial yang kebanyakan terbuat dari bahan baku serba ikan yang tidak ditujukan untuk dikonsumsi oleh manusia, akan tetapi  tepung ikan pada umumnya dipakai untuk dijadikan pakan hewan ternak dalam peternakan, dan karena tinggi akan kalori dan murah untuk diproduksi, tepung ikan memainkan peran penting dalam pertumbuhan industri pertanian

Tepung ikan dapat dibuat dari hampir semua jenis makanan laut tetapi umumnya dibuat dari ikan laut kecil hasil tangkapan liar yang mengandung persentase tinggi tulang dan minyak, dan biasanya dianggap tidak cocok untuk konsumsi manusia langsung. Ikan-ikan ini dianggap ‘industri’

Industri tepung ikan dan minyak ikan adalah salah satu dari beberapa industri hewan besar yang ada saat ini masih sangat bergantung pada teknik “berburu dan meramu”. Sebagian besar ikan dijadikan makanan dan minyak ikan dan sebahagian merupakan bahan baku untuk pembuatan pakan ikan.

Berdasarkan Undang-undang nomor : 7 Tahun 2016 tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya ikan dan petambak garam, serta Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008. Kebijakan Industri Nasional tersebut menetapkan Industri Perikanan dan Laut sebagai Industri perioritas yang meningkatkan pasokan bahan baku (kualitas dan kuantintas), dan Peraturan Presiden RI Nomor 3 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Percepatan
Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

Salah satu tantangan Perikanan Budidaya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan pakan ikan yang efisien dan berkualitas, namun dengan harga yang tetap terjangkau. Isu ini menjadi penting oleh karena pakan ikan merupakan pengeluaran biaya cukup besar dalam struktur proses produksi usaha budidaya ikan yang mencapai lebih kurang sekitar  70%. Kondisi ini dipicu oleh karena keterbatsan industri tepung ikan dalam memanfaatkan bahan baku lokal.  Selama ini industri pakan ikan masih sangat tergantung pada tepung ikan impor, dan diharapkan di daerah setempat pusat produksi ikan budidaya untuk dapat memiliki pabrik tepung ikan sendiri.

Kebutuhan tepung ikan secara Nasional sekitar 150.000 ton/tahun dan dapat dipenuhi dan tersedia dalam negeri baru mencapai 45.000/tahun (30%), maka perlu adanya inovasi teknik dan teknolgi tepat guna bagi para pelaku usaha budidaya ikan agar dapat membuat pabrik tepung ikan dan pakan Mandiri dengan produksi berkualitas dan bermutu yang sesuai dengan yang disyaratkan dengan  harga terjangkau oleh para pembudidaya ikan di masing-masing daerah budidaya ikan.

Kebutuhan pakan dan tepung ikan di Provinsi NTB  berdasarkan produksi ikan budidaya tahun 2019 sbb :

No Jenis Budidaya/ jenis ikan Kebutuhan (ton)
Pakan ikan  Tepung ikan  Keterangan
I AIR TAWAR

61,773.00

24,707.00

1 Nila

52,000.00

20,800.00

2 Lele

5,930.00

2,372.00

3 Patin

189.00

75.00

4 Mas

3,422.00

1,368.00

5 Gurame

232.00

92.00

II AIR PAYAU

158,386.00

63,354.00

6 Udang Vaname

158,354.00

63,341.00

7 Udang Windu

32.00

13.00

III LAUT

762.00

304.00

8 Kerapu

762.00

304.00

TOTAL

220,921,00

88,365,00

Program Industrialisasi tersebut terbagi dua kluster, yakni kluster industry kecil untuk kebutuhan pembuatan pakan Mandiri, di mana pelaku industri kecil menengah (IKM) didorong untuk melakukan pengolahan pakan sendiri. Sedangkan kluster industri besar dengan cara akan membangun pabrik industrialisasi tepung ikan yang merupakan bagian dari Program hilirisasi komoditas Pertanian dan Perikanan Pemerintah Provinsi NTB sesuai dengan yang tertuang dalam Program Strategis NTB Gemilang 2019-2023.

  1. Sebagai bahan baku pembuatan pakan ikan Mandiri.
  2. Untuk menekan jumlah kebutuhan pakan ikan bagi pembudidaya.
  3. Memudahkan perolehan pakan dengan harga yang relatif murah bagi para pembudidaya di Provinsi NTB.
  1. Balai Budidaya Laut Lombok (BBL)
  2. Dinas Perindustrian Provinsi NTB.
  3. Dinas Perdagangan Provinsi NTB.
  4. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota.

 

Manfaat

  1. Pemanfaatan bahan baku sumber ikan yang tidak masuk kategori ekonomis penting dan pemanfaatan limbah pengolahan ikan
  2. Tersedianya bahan baku pakan ternak/ikan yang murah
  3. Menekan biaya produksi pembuatan pakan ternak/ikan sampai 25%

 

Hasil Kerja

  1. Jumlah Produksi Tepung Ikan 144 ton per tahun
X