Guna meningkatkan kualitas hasil produksi petani garam di NTB tahun ini Dinas Kelautan dan Perikanan NTB akan membangun pilot project rumah tunnel garam melalui bantuan dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H Yusron Hadi menyatakan jika rumah tunnel ini adalah satu teknologi untuk meningkatkan kualitas garam itu sendiri.
“Rumah tunnel itu ibaratnya pada lahan garam itu kita tutupi dengan kertas membran istilahnya menggunakan plastik tertentu yang punya kriteria UV. Disitu prosesnya dinamai dengan tunnel garam,” ujar Yusron, Rabu (14/10) di Mataram.
Dikatakan, dengan menggunakan rumah tunnel petani akan lebih cepat memproduksi hasil garam dan kualiitas baik dan tidak tergantung musim tetap bisa berproduksi. Seperti diketahui produksi garam NTB untuk kualitasnya masih kurang.
“Faktornya adalah bahan baku airnya sendiri, kadar garamnya kurang. Masyarakat kita melakukun budidaya garam secara turun temurun pada lokasi tertentu. Kualitas air lautnya kurang NHCL nya selain itu cara-cara bertani garamnya belum menggunakan teknologi yang memadai,” terangnya.
Oleh sebab itu dengan adnya pilot project kepada petani garam yang ada di Jerowaru, Praya Timur, dan Sekotong nantinya diharapkan petani garam bisa meningkatkan kualitas garamnya.
“Kualitas dari garam itu bisa ditingkatkan, kalau sudah kualitasnya baik tentu proses Standar Nasional Indonesia (SNI) nya akan bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Nantinya untuk proses SNI akan diselesaikan oleh Dinas Perindustrian melalui Badan POM dan setelah itu tentu ada izin edar.
“Kaitan dengan itu kita mendorong supaya SNI dimiliki tentu persyaratannya tadi kualitasnya harus memadai,” tandasnya.