Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Nusa Tenggara Barat turut berpartisipasi dalam Pertemuan Pembahasan Kemitraan dan Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Konservasi

Jakarta, 25–27 Juni 2025 — Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Nusa Tenggara Barat turut berpartisipasi dalam Pertemuan Pembahasan Kemitraan dan Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Konservasi yang dilaksanakan di Jakarta. Dalam forum tersebut, Dislutkan NTB diwakili oleh Bapak Khairuddin, S.Si., M.I.L., bersama Kepala BLUD BPSDKP Bima Dompu yang hadir sebagai narasumber dalam diskusi panel yang membahas strategi dan tantangan dalam membangun kemitraan pengelolaan kawasan konservasi secara kolaboratif. Hal ini sejalan dengan hasil Gap Analysis Study (GAS) yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Coral Triangle Center (CTC.

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam mendorong penguatan pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia. Membangun Kemitraan pengelolaan kawasan konservasi secara kolaboratif bisa dilakukan oleh pengola kawasan konservasi SUOP (Satuan Unit Organisasi Pengelola) dengan berbagai pihak, seperti: kelompok masyarakat, masyarakat adat, LSM, korporasi, lembaga penelitian maupun perguruan tinggi, yang memiliki program terkait konservasi, pengelolaan sumber daya ikan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.